Wednesday, August 29, 2012

ISLAM AGAMAKU - SUBHANALLAH..ALLAH MAHA BESAR

SUBHANALLAH..Fenomena awan berlubang







Fenomena ini dikenali sebagai Punch Hole Cloud atau Fallstreak. Ia berlaku apabila suhu air pada awan berada dibawah takat beku namun masih belum membeku kerana kekurangan ice nucleation particles.
Apabila sedikit particle air mula membeku, ia akan menyebabkan efek domino yg menyebabkan wap air di sekelilingnya turut membeku dan jatuh turun ke bumi. Ini menyebabkan wujudnya lubang besar pada awan cirrocumulus atau altocumulus.
Bagi pihak pengkaji barat, setiap kejadian yang berlaku di atas muka bumi sememangnya menggunakan logik akal berdasarkan kajian yang dilakukan. Ternyata kejadian Allah SWT ini mempunyai hikmah yang tersendiri dan memberi peluang kepada para pengkaji mencari rahsia di sebaliknya.

http://www.harian-metro-online.com/subhanallah-fenomena-awan-berlubang 29 Ogos 2012
*******************************************************************************

“Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah)

Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu tempoh, kemudian tertutuplah pintu taubat. Setelah itu, gerakan matahari pun akan kembali seperti sebelumnya terbit dari timur sampai terjadinya kiamat. Saintis NASA juga mengesahkan fenomena, Dari Ibn ‘Abbas, “Maka Ubai bin Ka’ab berkata: “Maka bagaimana jadinya matahari dan manusia setelah itu?” Rasulullah menjawab: “Matahari akan tetap menyinarkan cahayanya dan akan terbit sebagaimana terbit sebelumnya, dan orang-orang akan menghadapi (tugas-tugas) dunia mereka, apabila kuda seorang laki-laki melahirkan anaknya, maka ia tidak akan dapat menunggang kuda tersebut sampai terjadinya kiamat.” (Fathul Baari, Kitaburriqaq, Juz 11, Thulu’issyamsi Min Maghribiha).